Menjaga Agar Konten Tetap Menarik di Mata Search Engine
Berbicara tentang mesin penelusuran atau yang biasa kita sebut dengan search engine, tentu tidak lepas dari Search Engine Optimization (SEO). SEO biasa disebut sebagai teknik pengoptimal pencarian yang digunakan untuk meningkatkan kunjungan pada suatu website dengan memperhatikan algoritma pada sebuah mesin pencari (search engine). Ketua Data Science Indonesia, Regional Jawa Timur, dr. Dicky Bagus Widhyatmoko menyampaikan, bahwa beberapa lembaga pemeringkatan kualitas Web, telah mempercayai search engine sebagai tolak ukur kinerjanya. Termasuk perhitungan jumlah backlink yang dimiliki oleh sebuah Website.
“Search engine yang dibangun oleh Larry pada tahun 1998, berbeda dengan sekarang. Kalau dulu itu hanya indeks saja, tetapi sekarang sudah ada algoritmanya,” jelasnya.
Menurut dr. Dicky, sejumlah 74% persen pengguna internet saat ini, menggunakan Google sebagai mesin pencari. Hal ini juga yang kemudian telah membuat Google dipercaya sebagai mesin penelusuran yang dapat mewakili kelayakan sebuah institusi. Misalnya untuk sebuah Universitas, search engine juga dapat digunakan untuk mengetahui seberapa dikenal oleh masyarakat sebuah Universitas tersebut. Oleh karena itu, kata kunci yang digunakan untuk melakukan pencarian, menjadi penting untuk diperhatikan.
Keamanan Website menjadi Kunci
“Kalau wajah kita saja tidak secure, apalagi dalamnya,” ungkapnya dokter yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran UNAIR ini. Menurutnya, pada era kepopuleran search engine, security kemudian muncul sebagai perhatian penting.
Dikatakan olehnya, bahwa pembaruan keamanan juga perlu diperhatikan untuk mencegah hal-hal yang kurang berguna, sehingga berdampak ke dalam tampilan sebuah website. Pada sisi lain, link yang dapat mengarahkan kita ke website lain, dapat berakibat pada pemblack-listan terhadap website tersebut dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, sehingga tidak akan terdeteksi melalui search engine. Hal itu terjadi, jika website tersebut dianggap memuat konten yang berbahaya atau mengganggu. Dalam hal itu, semakin tahun, Google telah memberlakukan banyak aturan baru terkait dengan keamanan.
Untuk itu, keamanan website menjadi kunci keberlanjutan sebuah website pada search engine. Jika banyak konten yang terindeks, maka akan meningkatkan peluang kunjungan. Dalam hal ini, keamanan adalah kunci untuk menjaga kenyamanan pengunjung saat hendak menelusuri informasi pada sebuah website.
Pada sisi lain, kondisi broken link hendaknya dihindari oleh setiap website. Setelah search engine melakukan crawling, maka ketika menemui sebuah link yang tidak bisa menghantarkan pengunjung menuju ke halaman yang dituju, maka hal itu akan disebut sebagai broken link. Dijelaskan oleh dr Dicky, bahwa hal itu dapat menjadikan website menjadi identik dengan halaman sampah.
Ketika mesin pencari telah menilai konten sebuah website, maka akan terlihat perbandingan antara halaman sampah dan halaman konten. “Kalau sudah seperti itu, semakin tinggi rating sampah berarti website itu juga akan semakin turun (penilaiannya, Red). Jadi sebenarnya tidak hanya tentang menaikkan jumlah konten, tetapi juga bagaimana konten-konten tersebut bisa menarik dan bisa diakses,” papar pria penikmat tahu campur ini.
Terlepas dari hal-hal diatas, menurutnya, pengguna internet di Indonesia tetap membutuhkan konten-konten yang sangat menarik perhatian. Dalam hal ini, website Perguruan Tinggi diharapkan dapat mengambil peran. Perlu ada upaya untuk dapat menyediakan berita yang cukup appealing, sehingga pengguna akan tertarik untuk membukanya.
Parameter Website yang Baik
Sehubungan dengan optimasi website, kecepatan traffic adalah unsur utama. Agar sebuah website menjadi user friendly, disarankan agar tidak membiarkan pengunjung terlalu lama menunggu kemunculan suatu halaman. Foto yang akan menjadi konten kreatif, juga tidak boleh luput dari perhatian. Ukuran gambar yang terlalu besar, masih menjadi kendala yang mempengaruhi kecepatan loading suatu website.
Unsur lain yang mendukung, yaitu terkait dengan keunikan judul yang mendeskripsikan isi. Berikutnya adalah kekayaan dan keunikan konten. “Kekuatan website berada di kontennya.” Jelas Staf Pengajar di Fakultas Kedokteran UNAIR ini.
Selebihnya, struktur suatu halaman web juga harus tersusun dengan baik agar konten yang diinginkan pengunjung tetap mendapat perhatian utama dari pengunjungnya. Judul, keyword, dan deskripsi pendek yang sesuai, juga akan meningkatkan traffic yang bersifat organik. Karenanya, hal ini dapat memudahkan sebuah konten untuk bisa dibagikan kepada calon pembaca lainnya. “Untuk menghindari judul yang kurang optimal, atau mencari keyword yang bagus, memang perlu banyak latihan,” imbuh dokter yang menggemari IT ini.
Menurut webometrics, setidaknya ada empat hal yang membuat sebuah website itu dinilai baik. Khususnya, terkait dengan website lembaga penelitian dan website Perguruan Tinggi di dunia. Yang pertama, terkait dengan seberapa besar kekayaan halamannya. Kemudian, seberapa banyak backlinks yang diperoleh dari website lain. Berikutnya, terkait dengan seberapa banyak sitasi yang diperoleh dari Google Scholar Citations. Dan yang keempat, dilihat dari seberapa banyak karya tulis yang tersitasi dan berasal dari 26 disiplin ilmu yang berbeda, pada lima tahun terakhir.
“Search engine yang dibangun oleh Larry pada tahun 1998, berbeda dengan sekarang. Kalau dulu itu hanya indeks saja, tetapi sekarang sudah ada algoritmanya,” jelasnya.
Menurut dr. Dicky, sejumlah 74% persen pengguna internet saat ini, menggunakan Google sebagai mesin pencari. Hal ini juga yang kemudian telah membuat Google dipercaya sebagai mesin penelusuran yang dapat mewakili kelayakan sebuah institusi. Misalnya untuk sebuah Universitas, search engine juga dapat digunakan untuk mengetahui seberapa dikenal oleh masyarakat sebuah Universitas tersebut. Oleh karena itu, kata kunci yang digunakan untuk melakukan pencarian, menjadi penting untuk diperhatikan.
Keamanan Website menjadi Kunci
“Kalau wajah kita saja tidak secure, apalagi dalamnya,” ungkapnya dokter yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran UNAIR ini. Menurutnya, pada era kepopuleran search engine, security kemudian muncul sebagai perhatian penting.
Dikatakan olehnya, bahwa pembaruan keamanan juga perlu diperhatikan untuk mencegah hal-hal yang kurang berguna, sehingga berdampak ke dalam tampilan sebuah website. Pada sisi lain, link yang dapat mengarahkan kita ke website lain, dapat berakibat pada pemblack-listan terhadap website tersebut dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, sehingga tidak akan terdeteksi melalui search engine. Hal itu terjadi, jika website tersebut dianggap memuat konten yang berbahaya atau mengganggu. Dalam hal itu, semakin tahun, Google telah memberlakukan banyak aturan baru terkait dengan keamanan.
Untuk itu, keamanan website menjadi kunci keberlanjutan sebuah website pada search engine. Jika banyak konten yang terindeks, maka akan meningkatkan peluang kunjungan. Dalam hal ini, keamanan adalah kunci untuk menjaga kenyamanan pengunjung saat hendak menelusuri informasi pada sebuah website.
Pada sisi lain, kondisi broken link hendaknya dihindari oleh setiap website. Setelah search engine melakukan crawling, maka ketika menemui sebuah link yang tidak bisa menghantarkan pengunjung menuju ke halaman yang dituju, maka hal itu akan disebut sebagai broken link. Dijelaskan oleh dr Dicky, bahwa hal itu dapat menjadikan website menjadi identik dengan halaman sampah.
Ketika mesin pencari telah menilai konten sebuah website, maka akan terlihat perbandingan antara halaman sampah dan halaman konten. “Kalau sudah seperti itu, semakin tinggi rating sampah berarti website itu juga akan semakin turun (penilaiannya, Red). Jadi sebenarnya tidak hanya tentang menaikkan jumlah konten, tetapi juga bagaimana konten-konten tersebut bisa menarik dan bisa diakses,” papar pria penikmat tahu campur ini.
Terlepas dari hal-hal diatas, menurutnya, pengguna internet di Indonesia tetap membutuhkan konten-konten yang sangat menarik perhatian. Dalam hal ini, website Perguruan Tinggi diharapkan dapat mengambil peran. Perlu ada upaya untuk dapat menyediakan berita yang cukup appealing, sehingga pengguna akan tertarik untuk membukanya.
Parameter Website yang Baik
Sehubungan dengan optimasi website, kecepatan traffic adalah unsur utama. Agar sebuah website menjadi user friendly, disarankan agar tidak membiarkan pengunjung terlalu lama menunggu kemunculan suatu halaman. Foto yang akan menjadi konten kreatif, juga tidak boleh luput dari perhatian. Ukuran gambar yang terlalu besar, masih menjadi kendala yang mempengaruhi kecepatan loading suatu website.
Unsur lain yang mendukung, yaitu terkait dengan keunikan judul yang mendeskripsikan isi. Berikutnya adalah kekayaan dan keunikan konten. “Kekuatan website berada di kontennya.” Jelas Staf Pengajar di Fakultas Kedokteran UNAIR ini.
Selebihnya, struktur suatu halaman web juga harus tersusun dengan baik agar konten yang diinginkan pengunjung tetap mendapat perhatian utama dari pengunjungnya. Judul, keyword, dan deskripsi pendek yang sesuai, juga akan meningkatkan traffic yang bersifat organik. Karenanya, hal ini dapat memudahkan sebuah konten untuk bisa dibagikan kepada calon pembaca lainnya. “Untuk menghindari judul yang kurang optimal, atau mencari keyword yang bagus, memang perlu banyak latihan,” imbuh dokter yang menggemari IT ini.
Menurut webometrics, setidaknya ada empat hal yang membuat sebuah website itu dinilai baik. Khususnya, terkait dengan website lembaga penelitian dan website Perguruan Tinggi di dunia. Yang pertama, terkait dengan seberapa besar kekayaan halamannya. Kemudian, seberapa banyak backlinks yang diperoleh dari website lain. Berikutnya, terkait dengan seberapa banyak sitasi yang diperoleh dari Google Scholar Citations. Dan yang keempat, dilihat dari seberapa banyak karya tulis yang tersitasi dan berasal dari 26 disiplin ilmu yang berbeda, pada lima tahun terakhir.