List News

Web dan Blog Universitas Airlangga Terbaik 2016. Pengambilan hadiah, akan ada pemberitahuan lebih lanjut.

Pada tanggal 23 - 25 September 2016 yang lalu, Direktorat Sistem Informasi mengundang pengelolan IT pada selurh fakultas dan beberapa unit kerja strategis di lingkungan Universitas Airlangga untuk melakukan evaluasi terhadap Pengembangan Infrastruktur IT pada tingkat Fakultas serta Unit Kerja dengan tujuan untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi. Pada hari pertama tanggal 23 September 2016, tiap seksi di Direktorat Sistem Informasi memaparkan laporan fasilitas serta perkembangannya selama 1 tahun terakhir. Pada sesi yang berlangsung sampai hampir tengah malam ini, Tiap seksi berkesempatan untuk menunjukkan fitur maupun fasilitas-fasilitas terbaru baik yang akan segera dapat maupun telah diimplementasikan sampai pada tingkat fakultas. Pada tanggal 24 September 2016, tiap Fakultas dan Unit Kerja undangan yang diwakili oleh staf IT/USI mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan infrasturktur IT yang ada saat ini, menggambarkan rencana pengembangannya serta kendala yang mereka hadapi terkait pengembangan tersebut. Diskusi yang menarik terjadi ketika setiap fakultas mendapatkan tanggapan dari Kepala Seksi (Kasi) Jaringan Direktorat Sistem Informasi terkait dengan blueprint infrastruktur IT yang ada serta rencana pengembangannya.

Pada tanggal 28 September 2016 yang lalu, bertempat di ruang rapat DSI, Meifianto, drg. selaku pengelola serta Penanggungjawab aplikasi presensi di lingkungan Airlangga mengundang para pengelola presensi di tingkat fakultas dan unit kerja dalam rangka Sosialisasi Pemanfaatan Fingerprint dengan menggunakan basis FTM (Fingerprint Time Management). Pada kesempatan tersebut, pak Mei (sapaan akrab Meifianto, drg.) menjelaskan tentang cara kerja FTM dan Database, Alur Kerja registrasi scan sidik jari berikut dengan diagram Jaringan DSI-Unit Kerja. Pak Mei menerangkan bahwa FTM memiliki keunggulan dari sisi real-time, jenis databse yang digunakan serta compatibility-nya dengan data user yang telah ada saat ini. Meski begitu, sistem berbasis FTM ini pun juga memiliki kelemahan antara lain pada tipe alat presensi sidikjari yang hanya dapat digunakan pada tipe-tipe tertentu saja serta keharusan mencantumkan serial number dan lisensi alat jika alat tersebut ingin ditambahkan sebagai alat presens